
Bolong.id - Perangkat lunak desain pesawat siluman buatan peneliti China dilaporkan menemukan potensi kelemahan dalam aerodinamika dan stabilitas pada konfigurasi bomber siluman generasi terbaru Amerika Serikat, B-21 Raider, menurut sebuah makalah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
Dilansir SCMP, Rabu (07/01/26), sistem bernama PADJ-X, yang dikembangkan oleh tim riset di China Aerodynamics Research and Development Centre, merupakan alat simulasi aerospace berteknologi tinggi berbasis optimisasi adjoint. PADJ-X dirancang sebagai platform terpadu untuk desain dan evaluasi pesawat siluman yang menggunakan pendekatan algoritmik dalam memproses ratusan parameter desain sekaligus, sehingga mengurangi kebutuhan komputasi secara signifikan.
Dalam studi simulasi itu, para peneliti menggunakan PADJ-X untuk menganalisis konfigurasi B-21 Raider, pesawat tempur strategis siluman yang sedang menjalani uji terbang oleh Angkatan Udara AS. Hasil simulasi menunjukkan adanya indikasi bahwa desain saat ini mungkin kurang optimal dalam hal rasio angkat-terhadap-drag dan stabilitas aerodinamis. Namun, tim peneliti tidak menjelaskan sumber data yang digunakan dalam analisis mereka, sementara parameter resmi B-21 Raider tetap dirahasiakan oleh militer AS.
Menurut laporan, 288 parameter diterapkan dalam simulasi model bomber tersebut, dan optimisasi aerodinamis yang dimungkinkan oleh PADJ-X dapat meningkatkan rasio angkat terhadap drag lebih dari 15 persen serta mengurangi gelombang kejut pada model simulasi.
Para pakar mencatat bahwa penelitian semacam ini mencerminkan tren penggunaan perangkat lunak canggih dan kecerdasan buatan dalam desain pesawat siluman dan sistem militer lain. Namun, karena rincian teknis B-21 Raider termasuk aspek paling rahasia dalam teknologi pertahanan AS, hasil simulasi ini tidak serta-merta menunjukkan kelemahan aktual dalam kondisi operasi nyata.
Riset ini juga mencakup simulasi terhadap pesawat tak berawak siluman X-47B, yang programnya telah dibatalkan tetapi tetap menjadi subjek studi. PADJ-X disebut sebagai salah satu alat terobosan dalam penelitian desain aerospace yang bisa mendorong inovasi lebih jauh di masa depan.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
